Langsung ke konten utama

MAJAS



Majas
Adalah bahasa kias, bahasa yang dipergunakan untuk menciptakan efek tertentu. Majas tidak hanya dipergunakan dalam karangan-karangan sastra seperti puisi atau cerpen. Majas juga diperlukan dalam kesempatan-kesempatan lainnya, seperti percakapan, ceramah, ataupun dalam tulisan-tulisan sejenis esai atau artikel.

Macam Majas Yang Perlu Diketahui
1.      Majas Perbandingan
2.      Majas Pertautan
3.      Majas Pertentangan

Majas Perbandingan
Adalah cara untuk melukisakan sesuatu dangan jalan menyamakan dengan hal yang lain.
Majas perbandingan terdiri atas :
1. Majas Perumpamaan
            Adalah majas perbandingan yang mempunyai kata-kata : bak, laksana, ibarat, dan seperti.
Contoh : - Seperti mencari kutu dalam injuk (pekerjaan yang tidak bisa diselesaikan
                - Ibarat air di daunt alas (tidak tetap pendirian)
2. Majas Personifikasi
            Adalah majas yang memperlakukan benda mati seperti manusia.
Contoh : - Rumput menari-nari kegirangan karena semalam diguyur hujan.
                - Angin membelai rambut gadis cantik itu.
3. Majas Metafora
            Adalah majas untuk melukiskan benda yang mempunyai persamaan sifat dengan benda lain.
Contoh : -  Ia layak mendapat peringkat pertama di kelasnya karena ia kutu buku.
                - Dewi malam telah keluar dari balik awan ketika kami menyelesaikan pekerjaan.
4. Majas Alegori
            Adalah majas yang berupa cerita singkat yang mengandung kiasan.
Contoh : - Badu adalah bintang di kelasku.
                - Ia bagaikan kamus berjalan.
5. Majas Asosiasi
            Adalah majas yang membandingkan suatu keadaan dengan keadaan/gambaran dan sifatnya benda lain yang sesuai.
Contoh : - Wajah pemain itu pucat bagai bulan kesiangan.
                - Muka boneka itu bulat seperti bola dunia.
6. Majas Tautologi atau Pleonasme
            Adalah majas yang melebih-lebihkan jumlah kata.
Contoh : - Saya menulis surat itu dengan tangan saya sendiri.
                - Dia melihat kejadian itu dengan mata kepalanya sendiri.
7. Majas Koreksio
            Adalah gaya bahasa yang mengkoreksi.
Contoh : - Yang memenangkan lomba itu Ema, eh bukan Eka.
                - Aku pergi ke Bandung sekarang, oh tidak besok.

Majas Pertautan            
      Adalah majas yang mempertautkan suatu benda dengan benda lain. 
Majas pertautan terdiri atas :
1. Majas Metonimia
            Adalah majas yang menggunakan nama ciri atau nama yang ditautkan dengan sesuatu sebagai penggantinya.
Contoh : - Kami berlibur ke Pangandaran dengan mengendarai kijang.
                - Kakak pulang kampung dengan menaiki nisan.
2. Majas Sinekdoke, dibagi dua :
a. Parsprototo
      Adalah majas yang menyebutkan sebagian untuk keseluruhan.
Contoh : - Sudah lama saya tidak melihat batang hidung sopir bus itu.
b. Totemproparte
      Adalah majas yang menyebutkan keseluruhan untuk sebagian.
Contoh : - Indonesia keluar sebagai juara umum dalam ASEAN GAMES.
3. Majas Alusio
            Adalah majas yang menunjukkan secara tidak langsung kepada peristiwa, tokoh, dan tempat yang sudah dikenal oleh pembaca. Majas ini menggunakan pribahasa, ungkapan, atau sampiran pantun yang isinya telah dikenal umum.
Contoh : - Apabila kita memperhatikan kecelakaan lalu lintas yang sering terjadi, banyak sopir yang seperti kura-kura dalam perahu.
4. Majas Eupemisme
            Adalah majas yang berupa ungkapan-ungkapan halus, untuk menggantikan ungkapan yang dirasa kasar, kurang sopan, atau kurang menyenangkan.
Contoh : - Mobil itu membawa para wisatawan tunadaksa.
                - Kakak bekerja sebagai pramuwisma di sebuah hotel di Jakarta.

Majas Pertentangan
      Adalah majas yang mempertentangkan suatu benda dengan benda lain.
Majas pertentangan terdiri atas :
1. Majas Hiperbola
            Adalah majas yang mengungkapkan suatu keadaan atau hal secara berlebih-lebihan.
Contoh : - Walaupun sorak-sorai para siswa pendukung calon ketua OSIS itu begitu membahana, ketertiban tetap terjaga.  
2. Majas Litotes
                     Adalah majas yang tidak mengecewakan untuk menyatakan maksud menggembirakan, baik, atau bahkan gemilang, merupakan upaya melunakkan nada pembicaraan.
Contoh : - Sebagai ketua OSIS, saya hanya dapat memberikan kenang-kenangan yang tidak berharga ini.
3. Majas Ironi
            Adalah majas yang merupakan upaya menyindir dengan menggunakan kata-kata yang bermakna sebaliknya dari yang dimaksud.
Contoh : - Betapa baiknya kelakuanmu hingga sudah dua orang temanmu menangis karena keisenganmu itu.
4. Majas Sinisme
            Adalah majas yang merupakan sindiran yang lebih kasar. Kadang-kadang menggunakan ungkapan pengumpat walau dalam bentuk kata yang tidak terlalu kasar.
Contoh : - Kamu kan sudah pandai dan berpengaruh, jadi buat apa meminta dukunganku.
                - Sebel aku melihat tingkahnya yang sok pavorit itu.
5. Gaya Bahasa Paradoks
            Adalah gaya bahasa yang seolah-olah ada pertentangantetapi jika diteliti lebih seksama, ternyata tidak karena objek yang dikemukakan berlainan.
Contoh : - Dia kaya tetapi miskin (kaya harta tetapi miskin ilmu)
                - Dia kelaparan di atas kekayaannya yang melimpah.


6. Gaya Bahasa Antitesis
            Adalah gaya bahasa yang mempergunakan kata yang berlawanan arti.
Contoh : - Tua muda, besar kecil, hadir dalam keramaian itu.
                - Kaya miskin, pria wanita, pulang kampung saat lebaran tiba.
7. Gaya Bahasa Kontradiksio Interminis
            Adalah gaya bahasa yang memperlihatkan sesuatu yang bertentangan dengan apa yang sudah dikatakan semula. Apa yang sudah dikatakan, disangkal lagi dengan ucapan kemudian.
Contoh : - Semua sudah hadir kecuali si Amir.
                - Semua telah tertidur pulas kecuali Bona.
8. Gaya Bahasa Simbolik
            Adalah gaya bahasa yang menggunakan suatu benda atau hal untuk mewakili yang dimaksud.
Contoh : - Laut (untuk simbol kehidupan seseorang)
                - Bunga (untuk simbol gadis cantik)  
9. Gaya Bahasa Paralelisme
            Adalah gaya bahasa yang mengulangi atau menjajarkan beberapa kata, frasa, atau kalimat yang sama.
Contoh : - Aku terus menanti, menanti, dan menanti hingga sore tiba.
                - Luka dan bisa kubawa berlari, berlari hingga hilang pedih perih
       (terdapat dalam puisi “Aku” karya Chairil Anwar)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

WAWANCARA

Wawancara « Adalah suatu cara untuk mengumpulkan data atau informasi dengan mengajukan pertanyaan langsung kepada seorang informan atau narasumber. « Adalah kegiatan tanya jawab dengan seseorang untuk memperoleh keterangan atau informasi sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. « Adalah tanya jawab dengan seseorang untuk mendapatkan keterangan atau meminta pendapatnya mengenai suatu hal. Pewawancara Adalah orang yang mewawancarai orang lain. Narasumber Adalah orang yang diwawancarai. Narasumber ini di bagi dua, yaitu : 1.       Informan adalah orang yang mempunyai keahlian atau pengetahuan tentang suatu pokok masalah. 2.       Responden adalah orang yang hendak kita cari data pribadinya dan pendapatnya mengenai suatu hal. Macam-Macam Wawancara 1.       Wawancara Bebas yaitu wawancara yang susunan pertanyaannya tidak ditentukan lebih dahulu dan pembicaraannya bergantung pada su...

DEBAT

Esensi debat adalah mempertemukan dua pendapat berbeda untuk menguji validitas dan rasionalitas masing-masing gagasan. contohya: pada debat antara capres dan cawapres. setiap capres dan cawapres saling menyerang, mencari kelemahan masing-masing. tetapi dibalik perdebatan tersebut, para capres dan cawapres bisa mengoreksi visi misi mereka dan memperbaikinya agar dapa diterima dan diapikasikan bila mereka terpilih Unsur-unsur Debat Unsur-unsur debat antara lain : 1. Mosi: isu, permasalahan, hal, tema, atau topik yang menjadi bahan debat. Mosi biasa berupa satu kalimat utuh, minimal berisi subjek, predikat, dan objek. 2. Tim afirmatif: kelompok yang setuju dengan gagasan yang terdapat dalam mosi. 3. Tim negatif/oposisi: kelompok lawan afirmasi, tidak setuju dengan gagasan yang terdapat dalam mosi. 4. Tim netral: kelompok yang memberi dukungan untuk dua sisi, baik setuju maupun tidak setuju. 5. Moderator: pemandu atau orang yang memimpin jalannya debat. 6. Notulen: orang yang menuliskan ja...

CERPEN

Cerpen merupakan sebuah karya sastra pendek yang bersifat fiktif dan mengisahkan tentang suatu permasalahan yang dialami oleh tokoh secara ringkas mulai dari pengenalan sampai akhir dari permasalahan yang dialami oleh tokoh. Nilai-nilai yang Terkandung dalam Cerpen, antara lain: 1. Nilai Moral Yaitu nilai yang berkaitan dengan akhlak/budi pekerti atau baik buruknya tingkah laku. 2. Nilai Sosial/Kemasyarakatan Yaitu nilai yang berkaitan dengan norma yang berbeda di dalam masyarakat 3. Nilai Religius/Keagamaan Yaitu nilai yang berkaitan dengan tuntutan agama 4. Nilai Pendidikan/Edukasi Yaitu nilai yang berkaitan dengan pengubahan tingkah laku dari baik ke buruk 5. Nilai Estetis/Keindahan Yaitu nilai yang berkaitan dengan hal-hal yang menarik/menyenangkan (rasa seni) 6. Nilai Etika Yaitu nilai yang berkaitan dengan sopan santun dalam kehidupan 7. Nilai Budaya Yaitu nilai yang berkaitan dengan adat istiadat Gaya Bahasa dalam Cerpen a. Asosiasi Adalah gaya bahasa yang memberikan perbandinga...